Ada beberapa kesalahan saat ke Nusa Penida yang sering dilakukan turis dan membuat perjalanan terasa kurang nyaman. Liburan ke Nusa Penida memang menjanjikan pengalaman indah dengan pemandangan spektakuler.
Persiapan yang matang sangat diperlukan agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan. Artikel ini membahas kesalahan yang sering terjadi serta tips praktis untuk menghindarinya saat liburan ke Nusa Penida.
Kesalahan Saat ke Nusa Penida dan Cara Menghindarinya

Perjalanan ke Nusa Penida memiliki tantangan tersendiri. Jalanan yang sempit dan curam, akses transportasi yang terbatas, hingga sinyal internet yang sering bermasalah, membuat wisatawan harus lebih berhati-hati. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Meremehkan Kondisi Jalan Sempit dan Curam
Salah satu kesalahan terbesar turis adalah meremehkan medan jalan di Nusa Penida. Banyak jalan sempit, menanjak, atau bahkan berbatu, sehingga perjalanan bisa terasa melelahkan.
Mengendarai motor tanpa pengalaman cukup bisa berbahaya. Banyak wisatawan mengalami kesulitan saat menanjak atau menuruni jalan curam, apalagi dengan lalu lintas lokal yang padat.
Untuk menghindarinya, sebaiknya pilih transportasi yang sesuai. Jika tidak terbiasa dengan medan menantang, lebih aman menyewa mobil bersama sopir berpengalaman.
2. Tidak Menggunakan Jasa Driver Lokal
Kesalahan saat ke Nusa Penida lainnya adalah memilih mengendarai motor sendiri tanpa pertimbangan matang. Meskipun terlihat lebih murah, risiko keselamatan justru lebih besar di jalanan sulit.
Driver lokal lebih paham kondisi medan dan tahu jalur tercepat ke destinasi wisata. Mereka juga bisa membantu memberikan rekomendasi spot terbaik dan informasi lokal.
Dengan menyewa driver, perjalanan terasa lebih tenang. Anda bisa lebih fokus menikmati keindahan alam tanpa khawatir soal rute dan keamanan di jalan.
3. Bergantung Penuh pada Sinyal Internet
Banyak turis mengandalkan aplikasi peta online, padahal sinyal internet di Nusa Penida sering tidak stabil. Hal ini membuat perjalanan bisa tersesat atau membuang waktu lebih lama.
Beberapa destinasi populer bahkan berada di area yang sama sekali tidak memiliki jaringan internet. Tanpa persiapan, ini bisa menyulitkan wisatawan.
Untuk menghindarinya, sebaiknya unduh peta offline sebelum berangkat. Atau, percayakan perjalanan kepada driver lokal yang lebih mengenal wilayah.
4. Salah Memilih Waktu Perjalanan
Banyak turis datang ke Nusa Penida tanpa memperhitungkan musim atau kondisi cuaca. Padahal, hujan deras bisa membuat jalan licin dan akses ke destinasi lebih sulit.
Selain itu, saat high season seperti libur panjang, destinasi wisata sering padat pengunjung. Hal ini membuat pengalaman menjadi kurang nyaman dan memakan waktu lebih lama.
Untuk menghindarinya, pilih waktu perjalanan di musim kemarau. Datang pagi hari juga memberi lebih banyak waktu untuk eksplorasi dengan suasana lebih tenang.
5. Tidak Membawa Uang Tunai Cukup
Kesalahan lain adalah terlalu mengandalkan pembayaran digital atau kartu. Faktanya, banyak warung kecil dan penyedia jasa lokal di Nusa Penida hanya menerima uang tunai.
ATM memang tersedia, tetapi jumlahnya terbatas dan tidak selalu berfungsi dengan baik. Wisatawan sering kerepotan saat butuh uang mendadak di lokasi terpencil.
Siapkan uang tunai secukupnya sebelum berangkat. Pastikan membawa pecahan kecil untuk memudahkan transaksi harian seperti parkir atau membeli makanan ringan.
6. Kurang Persiapan Fisik untuk Medan Berat
Turis sering mengira semua destinasi mudah diakses. Padahal, beberapa tempat seperti Kelingking Beach atau Diamond Beach membutuhkan trekking cukup menantang.
Kurangnya persiapan fisik membuat wisatawan cepat lelah bahkan berisiko cedera. Hal ini bisa mengurangi keseruan perjalanan dan membatasi aktivitas.
Untuk menghindari masalah ini, gunakan alas kaki yang sesuai, siapkan stamina, dan jangan memaksakan diri. Pilih destinasi sesuai kemampuan fisik Anda.
7. Mengabaikan Waktu Penyeberangan Kapal
Penyeberangan dari Bali ke Nusa Penida dan sebaliknya memiliki jadwal tertentu. Kesalahan umum turis adalah tidak memperhatikan jam keberangkatan dan kepulangan.
Jika terlambat, Anda mungkin harus menunggu lama atau bahkan menginap semalam di Nusa Penida. Hal ini bisa mengganggu rencana perjalanan selanjutnya.
Cek jadwal kapal sebelum berangkat. Datanglah lebih awal di pelabuhan agar tidak terburu-buru dan tetap merasa aman.
8. Tidak Membawa Perlengkapan Dasar
Beberapa turis berangkat dengan perlengkapan seadanya. Mereka lupa membawa tabir surya, air minum, atau perlengkapan P3K, padahal semua ini sangat dibutuhkan.
Kurangnya perlengkapan membuat perjalanan terasa kurang nyaman. Misalnya, kulit bisa terbakar sinar matahari atau dehidrasi saat beraktivitas seharian.
Pastikan membawa perlengkapan dasar sesuai kebutuhan. Barang sederhana bisa membuat liburan lebih aman, praktis, dan menyenangkan.
Kesimpulan

Kesalahan umum turis saat berlibur ke Nusa Penida seringkali berhubungan dengan kondisi jalan, transportasi, dan keterbatasan jaringan internet. Tanpa persiapan, perjalanan bisa terasa merepotkan.Dengan memahami tantangan ini, Anda bisa lebih siap menghadapinya. Memilih driver berpengalaman, menyiapkan peta offline, dan berhati-hati di jalan akan membuat liburan lebih aman dan menyenangkan.



